Baper Mode ON
Kau akan melanjutkan hidupmu. Begitu pun dengan aku. kita akan baik-baik saja meski tak lagi berjalan seiring. kau berhak atas hidupmu, berhak untuk menentukan ke jalan mana yang akan kau tempuh. Impian yang dulu hanya beberapa jengkal diatas kepala, sudah waktunya kita raih. Kau tak perlu mencariku lagi, aku pun tak akan melakukan hal yang sama. karena perpisahan yang terjadi ini, telah memberitahu kita untuk tidak lagi saling mengusik. Aku tahu duniamu tak selamanya tentang aku. aku pun mengerti bahwa bukan hanya aku yang harus kau prioritaskan. Kau punya masa depan yang harus kau tata dengan baik, agar kelak bahagia selalu menyertaimu. Kita sudah saling menemani hingga pilihan hidup ini harus kita pilih. Sedih? Iya. sedih ketika menyadari akhirnya ada sesuatu yang berhasil memisahkan kita. Lantas, aku bisa apa? memaksakan untuk berjalan seiring bersamamu? Memaksakan kita untuk memilih jalan hidup yang sama? Ah tidak. Aku tidak seegois itu. Biarlah, ku lepaskan kau seperti merpati yang akan terbang bebas di udara. Kau akan menuju kemanapun sesuka hatimu. meski nanti aku tak tahu lagi kau dimana, dan kau pun tak tahu lagi kemana aku telah pergi.
Teruslah kejar apa yang kau inginkan. Memiliki masa depan yang cerah sudah menjadi impian kita dari kecil bukan? Dan aku, bukanlah bagian terpenting dari impianmu. Tak ada yang bisa menghalangi. aku pun ikut bahagia jika nanti kau berjaya di masa depanmu, meski tanpa aku berperan didalamnya. Karena bahagiamu adalah bahagiaku juga. Dan tentang rasa ini, tak perlu kau risau. Rasa ini akan memudar seiring dengan berjalannya waktu. Kita pun mungkin akan saling melupakan apa saja yang pernah terjadi diantara ‘kita’. Kalaupun jika nanti kita salah, dan kenyataannya rasa itu tak memudar sama sekali biarkan saja. Karena hati, tahu kemana ia harus pulang. Kita akan kembali bersama lagi. Namun dalam tanda kutip, “jika takdir mengizinkan”.
Terkadang hidup memang selucu ini. kita di pertemukan untuk dipisahkan. Mengapa harus ada pertemuan bila berakhir pisah? Logikanya begini. Tuhan sudah takdirkan semuanya dalam cerita hidup yang telah kita lalui dan yang akan kita lalui. Selalu ada hikmah dan pelajaran dibalik setiap kisah yang terjadi. Terkhusus untuk perpisahan ini, terima sajalah. Masa depan dan impian kita, jauh lebih penting dari sekedar rasa cinta yang sedang tumbuh ini. percaya saja, akan ada skenario indah yang akan kita jalani selepas dari ini semua. Dan bila rindu itu muncul nantinya, simpan saja semua rindu itu sampai nanti Tuhan mempertemukan kita kembali. Atau mungkin, Tuhan akan mempertemukan kita pada seseorang yang lebih baik sebagai gantinya. Kau ataupun aku, akan mendapatkan apapun yang terbaik pada waktunya. Percaya saja itu.
Edisi baper nih:'v thankyou ya udah baca, semoga menyentuh hati kalian wkwkw jangan bosen buat baca blog gue, penting ga penting yang penting baca:v see you and babayyyy
Komentar
Posting Komentar