Apa kabar masa lalu?

Senin, 3 Desember 2018


Hai masa lalu yang dulu pernah ku harap dapat merangkap menjadi masa depanku. Apa kabar? Lama tak terdengar kabarmu. Apa kamu baik-baik saja kini? Apa karma sudah menghampirimu? Apa kamu sudah merasakan sakit yang dulu pernah ku rasa karena mu? Hahaha tidak. Perihal itu aku hanya bercanda.

Walau hatiku belum sembuh sempurna, aku tak pernah merasa dendam padamu. Yang berlalu ku anggap biarlah berlalu. Semunafik itu kah aku? Tidak begitu. Aku terluka. Hatiku hancur seperti tak berbentuk lagi. Tapi siapa sebenarnya yang harus aku salahkan? Bukankah hatiku sendiri yang memilihmu?  Sakit memang. Terasa pedih menyerang di bagian hati. Seperti ada trauma yang membuat ku belum mau membuka hati. Atau mungkin, hatiku kini masih dalam tahap perbaikan sehingga tak cukup ruang untuk orang lain dapat singgah. Kurang lebih mungkin begitu.

Tapi bagaimanapun, aku harus melanjutkan hidupku tanpamu. Menjalani kehidupan seperti dahulu sebelum kamu hadir. Menggiring fikiran dan perasaan untuk mampu berdamai dengan masa lalu. Tak ada gunanya juga menyedihkan apa yang memang seharusnya pergi. Tak ada gunanya juga menyesali apa yang seharusnya berlalu.

Sekarang, selamat berbahagia kembali, untuk diriku juga dirimu.
Cepat atau lambat, aku akan dipertemukan dengan orang yang tepat. Dan saat itu pula, aku akan berterimakasih atas segala luka yang pernah terjadi kemarin. Antara aku, kamu, dan cerita kita yang sempat ada.



Note;
        Tulisan ini udah ditulis sejak 5 April 2018 yang lalu dan baru sekarang berani dipublikasikan hehe

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer