Ekspektasi


Hidup di dalam ekspektasi mungkin bisa jadi hal yang sangat mengerikan. Kenapa? Memangnya gak boleh? Boleh-boleh saja. Tapi di dunia yang abu-abu ini, kita gak bisa tau apa yang akan terjadi. Ekspektasi itu seringkali menjatuhkan kita. Menyakiti, melukai, bahkan membunuh kita tanpa aksi apapun. 


Kita sering menyakiti diri kita sendiri dengan ekspektasi yang juga kita buat sendiri. Kita bangun angan-angan yang sangat tinggi kalo  nanti bakal begini bakal begitu. Lalu, ketika semua itu tidak terjadi, siapa yang kecewa? Ya kita sendiri. 


Tapi memangnya kita bisa ya hidup tanpa ekspektasi? Sayangnya, aku rasa tidak. Mungkin bisa. Tapi agak sulit. Setiap hari kadang ada aja ekspektasi yang kita ciptain sendiri.


Yang bisa kita atur mungkin seberapa besar kadar ekspektasinya. Kalau tidak terlalu berekspektasi, kecewa nya juga gak akan terlalu menyakiti. Paling di-"yaudahlah ya"-in aja. 

Hahahaha, "yaudahlah ya." Kata andalan yang selalu dikeluarkan dalam kondisi tidak mengenakkan, sekaligus zona paling aman untuk menenangkan diri dari kekecewaan. 


Tapi yaaaa namanya juga hidup. Penuh misteri. Penuh pengharapan. Penuh perjuangan. 

Semoga kita bisa tumbuh dengan harapan-harapan yang baik. Hidup dengan harapan-harapan sederhana yang membuat kita bersyukur untuk apa yang sudah terjadi kemarin, hari ini, dan esok hari🤍


Komentar

Postingan Populer